1. Definisi Model
Apakah itu model? adalah pertanyaan mendasar dalam upaya penegasan pengertian model.
Sesungguhnya pengertian model yang digunakan dalam konteks ini tidak berbeda jauh dari pengertian sehari-hari yaitu contoh yaitu sesuatu yang mewakili atau menggambarkan yang dicontoh. Jadi model adalah contoh sederhana dari sistem dan menyerupai sifat-sifat sistem yang dipertimbangkan, tetapi tidak sama dengan sistem.
Model adalah alat yang sangat berguna untuk menganalisis maupun merancang sistem. Sebagai alat komunikasi yang sangat efisien, model dapat menunjukkan bagaimana suatu operasi bekerja dan mampu merangsang untuk berpikir bagaimana meningkatkan atau memperbaikinya.
Model didefinisikan sebagai suatu deskripsi logis tentang bagaimana sistem bekerja atau komponen-komponen berinteraksi. Dengan membuat model dari suatu sistem maka diharapkan dapat lebih mudah untuk melakukan analisis. Hal ini merupakan prinsip pemodelan, yaitu bahwa pemodelan bertujuan untuk mempermudah analisis dan pengembangannya.
Klasifikasi model ,dibedakan menjadi 2 :
* Model fisik mengambil dari sebagian sifat fisik dari hal-hal yang diwakilinya, sehingga menyerupai sistem yang sebenarnya namun dalam skala yang berbeda. Walaupun jarang dipakai, model ini cukup berguna dalam rekayasa sistem.
* Pada model matematis, sistem direpresentasikan sebagai hubungan logika dan hubungan kuantitatif untuk kemudian dimanipulasi supaya dapat dilihat bagaimana sistem bereaksi.
Klasifikasi Model Simulasi.
Pada dasarnya model simulasi dikelompokkan dalam tiga dimensi yaitu [Law and Kelton, 1991] :
a) Model Simulasi Statis dengan Model Simulasi Dinamis.
Model simulasi statis digunakan untuk mempresentasikan sistem pada saat tertentu atau sistem yang tidak terpengaruh oleh perubahan waktu. Sedangkan model simulasi dinamis digunakan jika sistem yang dikaji dipengaruhi oleh perubahan waktu.
b) Model Simulasi Deterministik dengan Model Simulasi Stokastik.
Jika model simulasi yang akan dibentuk tidak mengandung variabel yang bersifat random, maka model simulasi tersebut dikatakan sebagi simulasi deterministik. Pada umumnya sistem yang dimodelkan dalam simulasi mengandung beberapa input yang bersifat random, maka pada sistem seperti ini model simulasi yang dibangun disebut model simulasi stokastik.
c) Model simulasi Kontinu dengan Model Simulasi Diskret.
Untuk mengelompokkan suatu model simulasi apakah diskret atau kontinyu, sangat ditentukan oleh sistem yang dikaji. Suatu sistem dikatakan diskret jika variabel sistem yang mencerminkan status sistem berubah pada titik waktu tertentu, sedangkan sistem dikatakan kontinyu jika perubahan variabel sistem berlangsung secara berkelanjutan seiring dengan perubahan waktu.
[Sumber : Law and Kelton, 1991]
Mengapa Membutuhkan Permodelan?
Permasalahan nyata banyak menggunakan nilai-nilai ketidakpastian dalam setiap kejadian yang muncul. (Proses Stokastik)
2. Definisi Simulasi
Simulasi dapat diartikan sebagai meniru suatu sistem nyata yang kompleks yang penuh dengan sifat probabilistik, tanpa harus mengalami keadaan yang sesungguhnya . Hal ini dapat dilakukan denganmembuat sebuah miniature yang representative dan valid denagn tujuan sampling dan survey statistik pada sistem nyata dapat dilakukan pada tiruan ini.
Kedudukan masalah dengan simulasi.
Proses simulasi juga berhubungan dengan penyusunan tiruan sistem denagn menggunakan interaksi antar bilangan ramdom yang menuruti distribusi dari pola data tertentu. Sehingga diperlukan suatu distribusi tertentu untuk mensimulasikan suatu sistem.
Model simulasi ada dua macam :
1. Simulasi AnalogYaitu simulasi yang mempergunakan representasi fisik untuk menjelaskan karakteristik penting dari suatu masalah. Contoh : model hidraulik sistem ekonomi makro.
2. Simulasi Simbolik Pada dasarnya meniru model matematik yang pemecahannya (dipermudah) dengan menggunakan computer, disebut simulasi komputer.
Terdapat tiga komponen utama yang mendasari simulasi :
1. Metode analisis sistem
2. Metode statistik
3. Pemograman computer
[Sumber : Law and Kelton, 1991]
Mengapa Membutuh kanSimulasi?
Metode heuristik tidak dapat langsung diimplementasikan karena mempunyai resiko yang besar, sehingga disimulasikan terlebih dahulu sebelum memastikan untuk diimplementasikan
Komponen-komponen penyusun simulator :
3. Obyek
Obyek adalah bagian terkecil dari suatu sistem yang mempunyai volume sehingga memerlukan lokasi dan mempunyai karakteristik tertentu, berupa data dan metode sebagai kumpulan operasi tertentu (function and procedure) yang membedakan antara tipe obyek satu denagn yang lainnya.
Obyek dapat berubah dan bergerak sesuai keinginannya, selain juga dipengaruhi oleh obyek lain didalam sistem. Dengan adanya metode, obyek akan mempunyai aktifitas sehingga akan mempunyai aksi dan di sisi lain akan dapat memberikan suatu interaksi atas aksi dari obyek lain yang terkait dalam sistem tersebut.
Implementasi pendefinisian obyek digunakan dalam bentuk OOP (Object Oriented Programming) baik dalam Pascal,C++,smalltalk,dll. Pada dasarnya, obyek didalam
simulsi dibedakan menjadi dua (2) :
1. Obyek yang bersifat permanen à yaitu obyek yang paling tidak lebih lama berada di dalam sistem dari pada obyek sementara. Keberadaaannya selalu tetap selama sistem mempunyai aktifitas proses / selama simulasi berlangsung.
2. Obyek yang bersifat sementara à yaitu obyek yang tidak harus berada dalam sistem selama proses simulasi berlangsung. Contoh : obyek yang datang dari luar system.
4. Sistem
Media yang didukung oleh komponen-komponen yang saling terkait satu sama lain dan dibatasi oleh aturan tertentu guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Sebuah sistem beroperasi dalam ruang dan waktu.
Contoh: Sistem Tata surya, Jaringan Telpon, Sistem Operasi Komputer
Cara mempelajari suatu system adalah :
1. Mengambil data sampel dan melakukan uji coba.
2. Mengangkat suatu permasalahan dari sistem, lalu membuat batasan terhadap pokok bahasan.
3. Menyederhanakan pokok bahasan sesuai kebutuhan data dari sistem.
Mengamati sistem bukan hanya mendefinisikan komponen-komponen pendukung sistem, tetapi lebih dari dari itu harus pula mengetahui perilaku dan variabel-variabel yang ada di dalamnya. Paling tidak analisis terhadap sistem harus dapat membuat konsepsi tentang sistem itu. Ada beberapa cara untuk dapat merancang, menganalisis dan mengoperasikan suatu sistem. Salah satunya adalah dengan melakukan pemodelan, membuat model dari sistem tersebut.
[sumber:Penning de Vries F, Teng P and Metselaar K, 1993. Systems approaches for agricultural development. Kluwer Academic Publ., Dordrecht, The Netherlands.]
Contoh Simulasi:
Simulasi rekening PDAM
Menghitung rekening ledeng/PAM/PDAM dengan tepat, tidak begitu saja mengalikan jumlah pemakaian air dengan suatu nilai rupiah tertentu karena diberlakukannya tarif yang progresif sesuai dengan jumlah pemakaian air, belum lagi ada biaya tetap, biaya administrasi dan biaya pelayanan air kotor.
* Menghitung/Simulasi Rekening PDAM
1. Masukkan angka kedudukan meter awal (angka : 0-99999) pada kolom kedudukan meter awal kemudian tekan TAB atau ENTER
2. Masukkan angka kedudukan meter akhir (angka : 0-99999) pada kolom kedudukan meter akhir kemudian tekan TAB atau ENTER
3. Pilih Golongan Tarif yang sesuai pada kolom Gol. Tarif (2A2, 2A3 atau A3)
4. Hasilnya dapat dilihat pada kolom Total Tagihan.
Simulasi Kredit Rumah
Simulasi ini adalah simulasi kredit rumah secara umum. Silakan memasukkan biaya-biaya yang nantinya akan muncul dalam KPR anda.
Perusahaan finance/bank mungkin mempunyai biaya-biaya lain yang berbeda. Simulasi ini hanya sebagai perkiraan saja. Untuk perhitungan lebih jelas silakan menghubungi perusahaan pembiayaan terdekat.
Tujuan Mempelajari model&Simulasi:
* Untuk mengenal model dan simulasi lebih dalam seperti berbagai istilah dalam model dan jenis model.
* Memahami pengertian sistem dalam peninjauan dan usaha pemecahan masalah
Tugas model & simulasi
Oleh:Asep kosasih
Penulis:@ldi_Gustandi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar